BELAJAR DARI APA YANG SUDAH DILAKUKAN MAKA KITA AKAN SEMAKIN BERPENGALAMAN

BERAWAL DARI MIMPI BUKAN DARI ILUSI

tidak akan ada keberhasilan tanpa bekerja dan bekerja tanpa ilmu juga akan sia sia maka teruslah kejar mimpi agar hidup lebih bermakna tapi jangan berlari tak menentu agar tidak ada yang perlu di ulang lagi.

TERSENYUM UNTUK MENUTUPI KESEDIHAN

kuat itu bukan hanya masalah tenaga, kuat itu bukan hanya masalah siapa yang kita lawan, kuat itu adalah masalah selama apa kita mampu bertahan

PAHLAWAN AKAN TETAP ADA MESKI KITA TAK MENGHIRAUKAN MEREKA

kepedulian bukan masalah apa yang sudah kita berikan, kepedulian itu masalah hati yang terus terikat dan tak akan mampu manusia melepasnya

BERKARYA DAN BERGERAK IBARAT KAKI DENGAN TANGAN

apa yang dia tahu tentang bergerak jika dia tidak pernah berjalan dan berkeliling melihat rakyatnya yang sedang kelaparan

SAYA ADALAH SAYA

bukan dia bukan mereka juga bukan anda karena saya adalah saya

Tuesday, 28 April 2015

boigrafi agus salim

https://www.pahlawanindonesia.com/biografi-pahlawan-haji-agus-salim/

Biografi Pahlawan Haji Agus Salim

Haji Agus Salim
Haji Agus Salim lahir pada 8 Oktober 1884 di Kota Gadang, Sumatera Barat, dengan nama Musyudul Haq yang berarti ‘pembela kebenaran’. Ayahnya yang seorang jaksa di pengadilan Riau memungkinkan Haji Agus Salim untuk belajar di sekolah dasar Belanda  ELS (Europeese Lager School). Lulus pada 1897, dia bertolak ke Batavia untuk masuk ke Hogere Burger School (HBS), sekolah lanjutan yang sebenarnya hanya untuk orang-orang Eropa. Pada masa itu,sangat jarang melihat anak pribumi masuk ke sekolah Eropa. Ia lulus dari HBS dengan nilai paling tinggi di tingkat nasional, mengalahkan orang-orang Belanda saat berusia 19 tahun.
Beliau pun berniat melanjutkan ke sekolah dokter di Belanda. Namun, permohonan beasiswanya tidak diluluskan pemerintah Belanda, sementara keluarga beliau tidak memiliki uang. Baru setelah R.A. Kartini yang mendengar berita mengenai Haji Agus Salim memberi rekomendasi, pemerintah Belanda pun memberi beasiswa. Terlanjur meras tersinggung,
Haji Agus Salim pun menolaknya. Agus Salim memilih berangkat ke Jedah, Arab Saudi, untuk bekerja sebagai penerjemah di konsulat Belanda di kota itu antara 1906-1911. Di sana, dia memperdalam ilmu agama Islam dan mempelajari diplomasi. Beliau juga belajar beragam bahasa, seperti Belanda, Inggris, Jerman, Prancis, Arab, Turki, dan Jepang.
Pulang ke Indonesia, pada tahun 1915, Haji Agus Salim masuk ke dalam Serikat Islam (SI) pada masa kepemimpinan H.O.S. Cokroaminoto . Dalam waktu singkat, mereka menjadi kawan baik dan bekerja sama demi masa depan Indonesia. Haji Agus Salim lantas dipercaya menggantikan Cokroaminoto di Volksraad pada 1922-1925. Di sini, beliau tak jarang bicara terbuka, keras, dan menantang. Seiring bergesernya gaya perjuangan SI ke arah non kooperatif, Agus Salim mundur dari Volksraad . Ia kemudian aktif di JIB (Jong Islamieten Bond) dan bekerja sebagai jurnalis.
Agus Salim kemudian menjadi anggota Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Ia bahkan termasuk dalam tim kecil perumus Pembukaan UUD RI. Bersama Djajadiningrat dan Soepomo, ia juga menjadi penghalus bahasa dalam penyusunan batang tubuh UUD 1945. Haji Agus Salim merupakan tokoh pemberani yang pandai berargumentasi dengan cerdas sehinggaSukarno pun memberinya julukan The Grand Old Man. Setelah kemerdekaan, Agus Salim menjadi Menteri Luar Negeri pada beberapa kabinet.
  • Tempat/TgI. Lahir: Kota Gadang, 8 Oktober 1884
  • Tempat/Tgl. Wafat: jakarta, 4 November 1954
  • SK Presiden: Keppres No. 657/Tahun 1961, Tgl. 27 Desember 1961
  • Gelar: Pahlawan Nasional
Haji Agus Salim wafat dalam kesederhanaan pada 4 November 1954. Haji Agus Salim adalah pahlawan pertama yang dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata.

biografi buya hamka

bigrafi buya hamka

http://www.republika.co.id/berita/senggang/unik/14/02/01/n09sjk-dialog-buya-hamka-dengan-penghuni-gaib-rumahnya
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bercerita hal mistis dalam buku terbarunya, "Selalu Ada Pilihan". Tulisan hal mistis ini memunculkan kehebohan karena media asing membicarakan kepercayaan seorang Presiden akan hal-hal yang berbau klenik.

Sebenarnya bukan hanya Presiden SBY yang pernah mengalami peristiwa mistis. Cerita serupa pun pernah dialami oleh almarhum Buya Haji Abdul Malik Karim Amrullah (Buya Hamka). Cerita mistis yang dialami oleh Buya HAMKA ini diceritakan kembali oleh Irfan Hamka melalui novel yang berjudul: "Ayah...Kisah Buya Hamka". 

Kisah ini tertulis dalam novel, halaman 59 s/d 78, Bab Tiga, "Ayah Berdamai dengan Jin". Dituliskan, pada 1956, Buya Hamka dan seluruh keluarganya tinggal di rumah baru, tepatnya di Jalan Raden Fatah III, Kebayoran Baru, Jakarta. 

Di rumah baru itu, Buya Hamka sekeluarga sempat mengalami gangguan dari mahluk ghoib. Singkat cerita, karena sering mengalami gangguan oleh mahluk ghoib, akhirnya Buya Hamka mengajak seluruh keluarganya sholat sunnah dua rakaat, berdo'a kepada Allah SWT dan berdialog dengan mahluk ghoib itu.

"Besok malam kita coba menghubungi pemilik bunyi sesuatu itu," ujar Buya Hamka kepada keluarganya. 

Lalu pukul 23.00 malam, Buya Hamka mengajak anak-anaknya sudah bersiap. "Ayah mengajak abang-abangku untuk mengerjakan shalat sunah dua rakat. Setelah itu, terdengar ayah berdzikir, diikuti oleh semua yang hadir. Setelah berdzikir, terlihat mulut Ayah terus komat-kamit," tulis Irfan Hamka dalam novelnya, halaman 67.

Menjelang pukul 12 malam, lanjut Irfan Hamka, tiba-tiba terdengr suara cecak berbunyi bersahut-sahutan. Terdengarnya dari seluruh sudut rumah. 

Di kejauhan, dari arah depan rumah, terdengar suara ketukan seperti suara benda keras beradu dengan batu kerikil yang terdapat di sekeliling rumah. Mula-mula suaranya lemah, berangsur-angsur suara itu tambah nyaring, tutur Irfan Hamka.  

"Assalammu'alaikum, ya Abdillah, kami sengaja menunggu kehadiran Saudara untuk berkenalan. Bisa saudara mendengarnya? Bila bisa, tolong beri tanda tiga kali ketukan!," seru Buya Hamka dengan suara yang tidak terlalu keras dan tidak terlalu pelan.

Baru saja Ayah selesai bicara, terdengar tiga kali ketukan. "Tok-Tok-Tok," terdengar suara ghaib yang tak berbentuk namun terdengar seperti ketukan tongkat itu.

"Saya bangun rumah ini dengan susah payah dari hasil kerja keras dan keringat. Tidak mungkin saya tinggalkan rumah ini hanya karena sering saudara ganggu dan takut-takuti keluarga saya. Kalau memang itu maksud Saudara, coba beri tanda lagi dengan suara ketukan satu kali, kalau bukan, beri tanda dua kali ketukan," tutur Buya Hamka melanjutkan permintaannya.

Setelah agak lama tidak ada jawaban, suasana rumah pun semakin hening menunggu jawaban dari "suara gaib" itu. "Kalau ingin menakuti keluarga saya, saya sanggup mengusir saudara dari rumah saya," kata Buya Hamka dalam tulisan Irfan Hamka.

"Tok, Tok," terdengar "suara ghaib" berupa ketukan dua kali. sebagai jawabannya.

"Saya tidak mau melupakan kehendak Allah, karena kami sekeluarga beriman kepada Allah. Apa saudara beriman juga kepada Allah? Beri jawaban dengan ketukan satu kali," ujar Buya HAMKA melanjutkan permintaannya.

"Tok," terdengar suara ketukan satu kali. 

"Senang Saudara tinggal di rumah ini? Kalau tidak, tidak usah dijawab. Kalau senang, ketuk satu kali," lanjut Buya HAMKA.

"Tok," suara ghaib itu terdengar kembali.

"Mari kita diami rumah ini bersama-sama, saling menghormati. Saya telah serahkan keamanan rumah dan keluarga saya kepada Allah semata-mata. Tolong diamati dan diperhatikan. Setuju?," tutur Buya HAMKA lagi. 

Setelah itu, terdengar kembali ketukan tiga kali, "Tok, Tok, Tok," tulis Irfan Hamka. Kemudian, Buya HAMKA pun mengajak seluruh keluarganya untuk berdoka kepada Allah SWT

Monday, 16 March 2015

SENJATA MEMATIKAN DARI MINANGKABAU

Berdasarkan sejarah tertulis, kerambit berasal dari Minangkabau, lalu kemudian dibawa oleh para perantau Minangkabau berabad yang lalu dan menyebar ke berbagai wilayah, seperti Jawa, Semenanjung Melayudan lain-lain. Menurut cerita rakyat, bentuk kerambit terinspirasi oleh cakar harimau yang memang banyak berkeliaran di hutan Sumatera pada masa itu.
Senjata di sebagian besar kawasan nusantara, pada awalnya merupakan alat pertanian yang dirancang untuk menyapu akar, mengumpulkan batang padi dan alat pengirikan padi. Namun berbeda dengan kerambit, ia sengaja dirancang lebih melengkung seperti kuku harimau, setelah melihat harimau bertarung dengan menggunakan cakarnya, hal ini sejalan dengan falsafah Minangkabau yang berbunyi Alam takambang jadi guru. Kerambit akhirnya tersebar melalui jaringan perdagangan Asia Tenggara hingga ke negara-negara, Kamboja, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina dan Thailand.
Buku sejarah di Eropa mengatakan bahwa tentara di Indonesia dipersenjatai dengan keris di pinggang dan tombak di tangan mereka, sedangkan kerambit itu digunakan sebagai upaya terakhir ketika senjata lain habis atau hilang dalam pertempuran. Kerambit terlihat sangat jantan, sebab ia dipakai dalam pertarungan jarak pendek yang lebih mengandalkan keberanian dan keahlian bela diri. Para pendekar silat Minang, terutama yang beraliran silat harimau sangat mahir menggunakan senjata ini. Para prajurit Bugis Sulawesi juga terkenal untuk keahlian mereka dalam memakai kerambit. Saat ini kerambit adalah salah satu senjata utama silat dan umumnya digunakan dalam seni beladiri.
(http://id.wikipedia.org/wiki/Kerambit)



Sombong Dengan Kebodohan Yang Mereka Punya

siang ini sedikit merasa agak jengkel karena komik yang pengen dibaca masih belum terbit juga di internet
coba lihat lihat indonesia ku yang penuh dengan ke indahan malah tambah kesal 

kesukaan ku adalah nonton film tapi tidak semua film 
aku hnya suka film yang menggambarkan masalalu kerajaan atau sebuah suku atau sebuah negara atau biograpi seseorang atau tetang kemajuan theknologi.....
dan aku juga suka dengan anime dan film film kreative lainnya 

kalau tahu apa yang bikin kesal pas  melihat keadaan indonesia 
seharusnya kalau masalah kisah dan inspirasi untuk film indonesia tidak akan penah kekeringan tapi anehnya film indonisia dari tahun ke tahun selalu begitu begitu saja

ok lah senang dengan film merantau
 the raid atau film batas.... yang sudah belihatkan kemajuan
tapi coba lihat masih banyak film yang bisa di garap dan menginspirasi yang akan membuat banyak orang melihat ke indonesia 

yang akan membuat bnyak bule yang mau pergi liburan ke indonesia
atau yang akan membuat indonesia menjadi negeri pariwisata yang bisa di banggakan

contoh di barat mereka banggain viking dengan peradapan lamanya 
apa kah 
dayak yang begini tidak bisa banggakan dan di buat movie bagus menurut kalian 

atau mungkin masyarakat mentawai yang kalian kira peradabannya ngk punya aturan dan legenda yang bisa di ceritakan 

atau mungkin papua


dan lain lain 

saya yakin tidak hnya kancil dan buaya saja yang menjadi legenda
atau malin kundang 
atau sangkulirang atau asal mula ini itu lah yang ceritanya banyak ngarang dan aneh dan ngk masuh di akal yang bikin generasi banyak menghayal tapi tidak untuk kemajuan 

uuuffff
indonesia ku sebenarnya kaya dan penuh potensi
tapi bangsanya sendiri sombong dengan kebodohan yang mereka punya


Thursday, 12 February 2015

rantau

kali ini saya akan menulis tentang sedikit pengalaman yang saya hadapi di tanah orang
sebagian orang jika merantau terlalu lama kadang identitas tenah kelahiran atau budaya hilang seiring waktu perubahan dan pengaruh tempat dia merantau.
berbeda dengan saya yang meski jauh tapi serasa masih di genggang keluarga
saya berasal dari sumatera barat
yang memang semua orang belang kalau disana memiliki ada yang kuat dan sangat berpengaruh pada kerakter penduduknya.
merantau di sumatera barat memiliki beberapa macam ragam
yang pertama ada orang yang merantau kerena ekonomi
keinginan untuk mengubah nasib dan memdapatkan harta yang lebih.
kedua ada merantau karena ilmu pengatahuan, biasanya ini dilakukan oleh anak muda muda saat ini
dengan keinginan yang kuat keluar daerah asal di minangkabau kemudian pergi sekolah atau kuliah ke negeri orang lain.
namun ada juga yang merantau yang dilatar belakangi oleh kedua hal ini
keinginan agar hidup lebih baik namun juga sekalian mencari ilmu.
ada juga merantau kerena faktor keluarga yang memang sudah pada tinggal di luar minang semua
biasanya perantau yang seperti ini jarang pulang dan kalau pulang bingun mau temui siapa.

aku adalah jenis perantau yang menggabungkan faktor ekonomi dan pendidikan
disamping harus pintar aku juga harus bisa mandiri dan mencari uang sendiri

namun hal ini bukan lah hal yang bisa dibicarakan seenak jidad
butuh juang dan kesabaran yang lebih
butuh semangat dan harus tahan banting

Wednesday, 14 January 2015

UNTUK SEHABAT TERBAIK KU AYAH KU


kulit yang sedikit gelap
tubuh kurus seperti tak bertenaga tapi penuh dengan kekuatan
bicaranya tak pernah keras dah tak pernah hilang senyum pada anaknya

 akhir akhir ini aku kwatir pada mu ayah ku ku dengar kau sering bersedih karena ku
 ada saat aku mencaci diri ku 22 dua tahun lamanya kau menunggu aku dan masih belum selesai penantian mu

lama sudah kita tak berjumpa dan bercanda
membicarakan banyak hal tentang mimpi dan dunia
kau memang sahabat terbaik ku ayah ku
tak ada yang benar benar mengerti dalam diamnya kecuali engkau ayah ku

waktu itu saat aku libur sekolah
kita sedang mebersihkan kebun markisah di lurah dalam...
kau menawarkan pada ku 2 pilihan

" mat kau mau lanjut sekolah dan serba kekurangan atau papa belikan sapi yang banyak agar kau cepat kaya dan bisa beli motor seperti anak anak yang lain"
waktu itu mungkin itu ku anggap gurauan yang memancing senyum untuk ku
ayah sekarang aku ingat itu

sulit ternyata merai bintang saat aku rendah dan tak berdaya
mimpi rasanya aku terbang dan merangkak ke tanah orang

sekarang engkau disana
dan aku disini bercerita tentang kekasih mu dan diri mu yang luar biasa itu

pagi itu engkau marah sekali
kita baru pulang berdua dari mencari rumput untuk sapi
tapi aku bagitu nakal dan mama marah pada ku karena memakan nasi yang sebenarnya bagian mu
hahahah aku ingat itu

tapi apa yang terjadi engkau ingatkan mama kalau bagian papa sebenarnya untuk ku

engkau masih ingat saat markisah kita terbakar di lurah dalam
aku menangis dan kwatir karena takut tak makan lantaran ladang kita terbakar

saat itu juga kita berangkat berdua
sore sore waktu itu kita berjalan keladang yang ada di balik bukit di tepi hutan dan di dekat perbatasan kampung kita dengan jorong aia abu

malam kita baru sampai
tak ada penerangan
kita tak membawa senter dan apa pun untuk menerangi jalan kita
aku berjalan di belakang mu dan waktu sudah dekat ladang engkau menyuruhku jalan di depan

tiba tiba kita terperanjat dan kaget luar biasa
harimau menunggu kita di ujung jembatan kayu yang kau buat
kau kedepan dan kau siapkan kuda kuda
aku bersembunyi di balik tubuh mu

engkau memang hebat ayah  ku
bahkan raja hutan tak berani menantang langkah mu
setelah kita lihat ladang dan pulang
dekat sawah aku jatuh dan berguling guling di tanah yang agak sedikit terjal

aku benar benar ingat kau panik sekali
di tengah tengah kegelapan itu
engkau panggil panggil nama ku
dan ku sahut
aku pulang tak lagi memijak tanah
engkau ambil tubuhku yang dulu masih kecil dan engkau jolang aku sampai kerumah

ayah ku sahabat ku terbaik
andai saja engkau bisa membaca
atau andai saja ada orang yang dengan senang hati membacakan ini untuk mu ayah ku
mungkin akan bisa mengobat sedikit kerinduan pada sahabat kecil mu yang tengah berjuang di rantau orang

Tuesday, 13 January 2015

datuak nan garang

suatu hari ditengah malam yang sedikit terang dari malam biasanya karena di terangi bulan yang kelihatan berkerudung dibalut kabut
malin dan ayahku seperti biasa duduk di ruang tamu dan mulai bercerita. banyak yang berbeda malam ini. wajah rajo ageh sedikit berkerut dan seperti ada yang di sembunyikan sedangkan.  sedangkan ibunya sibuk membungkus bahan bahan makanan seperti mau pergi.
malin terlihat mau bertanya tapi wajah kakaknya seakan melarang dan memperingati untuk tidak melakukan apa apa.
tak lama waktu berlalu ibunya mulai tenang dan tidak lagi menangis dan duduk di samping anak sulungnya datuak alam susun

rajo ageh yang sedang bercerita dalam keadaan aneh dengan malin tiba tiba memutus ceritanya tentang hari yang di lewati tadi dan langsung diam kemudian tiba tiba berdiri dan berjalan dengan tenang menuju halaman rumah

rajo ageh adalah ayah malin yang terkenal dengan sebutan pendekar tak bertangan oleh orang orang di minangkabau. kemampuan silatnya yang hebat membuat tangannya tak terlihat jika sedang bertarung karena kecepatannya dalam bergerak belum ada yang menandingi. ditambah lagi dengan cerita cerita yang mengerikan sewaktu dia muda saat merantau. banyak pendekar yang sudah dikalahkannya di tanah rantau.

istrinya sifatimah anak kepala kampung setempat wajahnya sungguh cantik orang orang sangat mengenal dia karena kebaikan hatinnya yang tak pernah bosan mangajari anak anak tentang banyak hal.

rajo ageh adalah gelar yang di beri oleh pemimpin suku malayu untuk ayah malin. adat di minang yang harus di panggil gelar saat sudah dewasa membuat dia di panggil rajo sampai saat ini.

saat itu tahun 1593 saat pengaruh hidu budha masih melekat di tanah minang. setiap pemuda harus bisa bersilat
kemampuan dalam bersilat dan membela diri akan menentukan dia akan tetap hidup atau mati di usia muda.

beberapa menit kemudian setelah rajo ageh keluar menuju halaman terlihat dari kejauhan seperti dua mata kucil yang bersinar menuju arah rajo ageh. rajo ageh terlihat mempersiapkan kuda kuda seperti orang mau berkelahi. sedangkan malin dipegangi kakaknya kerena meronta ingin keluar dan melihat ayahnya

malam itu benar benar terlihat aneh dimata malin ayah yang biasanya bersehabat malam itu benar benar terlihat orang lain
kejadian itu terjadi pada malam hari menjelang menjelang pergantian hari. 11 januari menjelang pergantuan hari menuju ulang tahun malin.

tiba tiba suara raungan raja hutan memecahkan kebingungan ternyata mata yang manyala adalah mata siraja hutan yang biasa di panggil inyiak oleh pendidik setempat.
malin ketakutan ibunya menangis. datuak alam susun terlihat tenang tenang saja mungkin karena dia sudah tahu apa yang akan terjadi tapi dia lupa kejadian yang terjadi di masa dia bukan lah kejadian yang sama dimasa lalu.

perkelahian terjadi antara inyiak dan rajo ageh. binatang buas yang tidak ada rasa kasihan harus di hadapi oleh rajo ageh malam itu
sebenarnya ini bukan pertama kali terjadi. setiap seseorang yang punya anak laki laki di kampung itu dan anaknya sudah mulai dewasa orang tuanya harus memilih berkelahi dan mengalah kan harimau yang akan menjadi guru silat anaknya atau menyerahkan anaknya dengan suka rela agar bisa di latih oleh harimau tersebut.

jika harimau kalah maka yang akan jadi guru silat anak adalah ayahnya itu sendiri atau orang yang bisa mengalahkan harimau itu atas nama anak itu. tapi jika anaknya kalah maka anak laki lakinya harus di serahkan kepada harimau tersebut dan di bawa ke hutan belantara untuk di latih dan setelah di anggap bisa di lepaskan akan di kembalikan kepada orang tuanya asalkan anak itu bisa bertahan hidup. namun dari ratusan anak yang di bawa harimau bisa di hitung jari yang pulang kekampung halamannya kembali.

datuak alam susun kebetuan pada saat dia dewasa ada guru silat dari negeri lain yang mau dengannya dan bersedia mengalahkan harimau yang menjeputnya...

kali ini berbeda yang menjemput malin bukanlah harimau biasa, tubuh harimau itu bukan ukuran harimau biasanya paling tidak tiga kali lebih besar. yang di kenal masyarakat sekitar harimau yang bisa menjeput adalah harimau belang yang biasa tinggal di hutan sumatera, tapi malam ini malin dijemput oleh harimau bewarna hitam pekat berukuran tiga kali lebih besar dari harimau biasanya.
keyakinan penduduk setempat setiap satu harimau memiliki satu murid dari manusia jika pada saat dia menjeput murid yang dia pilih dan di halangi maka pekelahian akan menentukan siapa yang pantas untuk memiliki anak tersebut.

rajo ageh trus bertahan dan menangkis dari serangan harimau hitam... tampa disadari banyak mata yang memperhatikan mereka. para pendekar kampung banyak yang bersembunya di atas pohon pohon besar untuk melihat pertarungan mereka berdua.

" kau cukup tangguh untuk ukuran manusia rajo agoe" tiba tiba harimau hitam berbicara dan mengagetkan semua orang
"tapi anak itu harus kami bawa dan kami latih"

"hahaha anak itu hak ku... dan tak ada yang harus memisahkan antara anak dan ayah malam ini... tradisi biar lah tradisi.. jika kau bisa mengalahkan ku silahkan saja... tidak hanya aku yang akan mebunuh mu jika kau tetap memaksa..." kata rajo ageh tetap percaya diri

rajo ageh mengeluarkan kerambiknya.. senjata berbentuk sabit tapi kecil yang bisa di gunakan oleh keluarga kerajaan pagaruyuang... dengan kelar pendekar tak bertanggan ditambah dengan senjata yang terkenal buas membuat harimau sedikit berkerut dan mengau sekeras kerasnya....  

perkelahian berlanjut lagi, harimau meloncat dan mulai mencakar dengan ganas... sedangkan rajo terus bertahan dan sesekali menyerang dengan kerambiknya... 

sudah dua jam mereka berkelahi rajo mendapat cakaran di bagian wajahnya tapi harimau melai kelihatan tak bertenaga karena banyak kehilangan darah dari luka luka dari sayaran kerambik rajo ageh.

" rajo anak itu harus tetap aku bawa dan tak ada pilihan.... jika tidak dia tidak akan mampu kau kendalikan....." harimau berkata sambil menahan rasa sakit 

tiba tiba seekor harimau kuning melompat dari semak semak rimbun yang ada di sekitar rumah...  " kau masih saja pakai hati mu hitam" harimau kuning itu bicara pada harimau hitam yang terlihat tunduk karena kasakitan

sambil menatap ke arah rajo ageh harimau kuning itu seperti menantang dan marah..
"kau di kenal sebagai pendekar kemampuan mu membuat anak mu tak merasakan yang seharusnya di rasakan keturunan dari tuan ku datuak putiah... kau benar benar bersamangat rajo ageh...."  kemudian harimau itu semakin mendekat trus berjalan kearah pintu rumah entah kenapa rajo ageh tak bisa bergerak dan penuh rasa takut untuk tarung denganh harimau berwarna kuning ini.

" kali ini kami tidak bisa tinggal diam... datuak putiah dulu pernah mengatakan saat dia mau meninggal karena melindungi malin dari penjahat yang membunuh anak perempuan mu.. malin adalah anak yang sudah mempunyai jiwa harimau dari kecilnya tapi dia hatus  bisa mengendalikan dan harus bisa mengalahkan banyak harimau... tanah ini kami huni sudah ratusan tahun.. dulu aku adalah manusia bahkan seorang pendekar.. guruku mengatakan kalau aku sudah punya jiwa harimau didalam diri ku.. tapi jika aku tak bisa mengendalikannya suatu hari aku akan menjadi harimau yang sebenarnya, dan kau tahu rajo dalam jiwa anak mu tak hanya seekor harimau bahkan aku bisa mencium hawa raja dari dalam tubuhnya..." kata harimau kuning sambil tetap berjalan

nanti kita lanjutkan ya......