BELAJAR DARI APA YANG SUDAH DILAKUKAN MAKA KITA AKAN SEMAKIN BERPENGALAMAN

BERAWAL DARI MIMPI BUKAN DARI ILUSI

tidak akan ada keberhasilan tanpa bekerja dan bekerja tanpa ilmu juga akan sia sia maka teruslah kejar mimpi agar hidup lebih bermakna tapi jangan berlari tak menentu agar tidak ada yang perlu di ulang lagi.

TERSENYUM UNTUK MENUTUPI KESEDIHAN

kuat itu bukan hanya masalah tenaga, kuat itu bukan hanya masalah siapa yang kita lawan, kuat itu adalah masalah selama apa kita mampu bertahan

PAHLAWAN AKAN TETAP ADA MESKI KITA TAK MENGHIRAUKAN MEREKA

kepedulian bukan masalah apa yang sudah kita berikan, kepedulian itu masalah hati yang terus terikat dan tak akan mampu manusia melepasnya

BERKARYA DAN BERGERAK IBARAT KAKI DENGAN TANGAN

apa yang dia tahu tentang bergerak jika dia tidak pernah berjalan dan berkeliling melihat rakyatnya yang sedang kelaparan

SAYA ADALAH SAYA

bukan dia bukan mereka juga bukan anda karena saya adalah saya

Thursday, 12 February 2015

rantau

kali ini saya akan menulis tentang sedikit pengalaman yang saya hadapi di tanah orang
sebagian orang jika merantau terlalu lama kadang identitas tenah kelahiran atau budaya hilang seiring waktu perubahan dan pengaruh tempat dia merantau.
berbeda dengan saya yang meski jauh tapi serasa masih di genggang keluarga
saya berasal dari sumatera barat
yang memang semua orang belang kalau disana memiliki ada yang kuat dan sangat berpengaruh pada kerakter penduduknya.
merantau di sumatera barat memiliki beberapa macam ragam
yang pertama ada orang yang merantau kerena ekonomi
keinginan untuk mengubah nasib dan memdapatkan harta yang lebih.
kedua ada merantau karena ilmu pengatahuan, biasanya ini dilakukan oleh anak muda muda saat ini
dengan keinginan yang kuat keluar daerah asal di minangkabau kemudian pergi sekolah atau kuliah ke negeri orang lain.
namun ada juga yang merantau yang dilatar belakangi oleh kedua hal ini
keinginan agar hidup lebih baik namun juga sekalian mencari ilmu.
ada juga merantau kerena faktor keluarga yang memang sudah pada tinggal di luar minang semua
biasanya perantau yang seperti ini jarang pulang dan kalau pulang bingun mau temui siapa.

aku adalah jenis perantau yang menggabungkan faktor ekonomi dan pendidikan
disamping harus pintar aku juga harus bisa mandiri dan mencari uang sendiri

namun hal ini bukan lah hal yang bisa dibicarakan seenak jidad
butuh juang dan kesabaran yang lebih
butuh semangat dan harus tahan banting

Wednesday, 14 January 2015

UNTUK SEHABAT TERBAIK KU AYAH KU


kulit yang sedikit gelap
tubuh kurus seperti tak bertenaga tapi penuh dengan kekuatan
bicaranya tak pernah keras dah tak pernah hilang senyum pada anaknya

 akhir akhir ini aku kwatir pada mu ayah ku ku dengar kau sering bersedih karena ku
 ada saat aku mencaci diri ku 22 dua tahun lamanya kau menunggu aku dan masih belum selesai penantian mu

lama sudah kita tak berjumpa dan bercanda
membicarakan banyak hal tentang mimpi dan dunia
kau memang sahabat terbaik ku ayah ku
tak ada yang benar benar mengerti dalam diamnya kecuali engkau ayah ku

waktu itu saat aku libur sekolah
kita sedang mebersihkan kebun markisah di lurah dalam...
kau menawarkan pada ku 2 pilihan

" mat kau mau lanjut sekolah dan serba kekurangan atau papa belikan sapi yang banyak agar kau cepat kaya dan bisa beli motor seperti anak anak yang lain"
waktu itu mungkin itu ku anggap gurauan yang memancing senyum untuk ku
ayah sekarang aku ingat itu

sulit ternyata merai bintang saat aku rendah dan tak berdaya
mimpi rasanya aku terbang dan merangkak ke tanah orang

sekarang engkau disana
dan aku disini bercerita tentang kekasih mu dan diri mu yang luar biasa itu

pagi itu engkau marah sekali
kita baru pulang berdua dari mencari rumput untuk sapi
tapi aku bagitu nakal dan mama marah pada ku karena memakan nasi yang sebenarnya bagian mu
hahahah aku ingat itu

tapi apa yang terjadi engkau ingatkan mama kalau bagian papa sebenarnya untuk ku

engkau masih ingat saat markisah kita terbakar di lurah dalam
aku menangis dan kwatir karena takut tak makan lantaran ladang kita terbakar

saat itu juga kita berangkat berdua
sore sore waktu itu kita berjalan keladang yang ada di balik bukit di tepi hutan dan di dekat perbatasan kampung kita dengan jorong aia abu

malam kita baru sampai
tak ada penerangan
kita tak membawa senter dan apa pun untuk menerangi jalan kita
aku berjalan di belakang mu dan waktu sudah dekat ladang engkau menyuruhku jalan di depan

tiba tiba kita terperanjat dan kaget luar biasa
harimau menunggu kita di ujung jembatan kayu yang kau buat
kau kedepan dan kau siapkan kuda kuda
aku bersembunyi di balik tubuh mu

engkau memang hebat ayah  ku
bahkan raja hutan tak berani menantang langkah mu
setelah kita lihat ladang dan pulang
dekat sawah aku jatuh dan berguling guling di tanah yang agak sedikit terjal

aku benar benar ingat kau panik sekali
di tengah tengah kegelapan itu
engkau panggil panggil nama ku
dan ku sahut
aku pulang tak lagi memijak tanah
engkau ambil tubuhku yang dulu masih kecil dan engkau jolang aku sampai kerumah

ayah ku sahabat ku terbaik
andai saja engkau bisa membaca
atau andai saja ada orang yang dengan senang hati membacakan ini untuk mu ayah ku
mungkin akan bisa mengobat sedikit kerinduan pada sahabat kecil mu yang tengah berjuang di rantau orang

Tuesday, 13 January 2015

datuak nan garang

suatu hari ditengah malam yang sedikit terang dari malam biasanya karena di terangi bulan yang kelihatan berkerudung dibalut kabut
malin dan ayahku seperti biasa duduk di ruang tamu dan mulai bercerita. banyak yang berbeda malam ini. wajah rajo ageh sedikit berkerut dan seperti ada yang di sembunyikan sedangkan.  sedangkan ibunya sibuk membungkus bahan bahan makanan seperti mau pergi.
malin terlihat mau bertanya tapi wajah kakaknya seakan melarang dan memperingati untuk tidak melakukan apa apa.
tak lama waktu berlalu ibunya mulai tenang dan tidak lagi menangis dan duduk di samping anak sulungnya datuak alam susun

rajo ageh yang sedang bercerita dalam keadaan aneh dengan malin tiba tiba memutus ceritanya tentang hari yang di lewati tadi dan langsung diam kemudian tiba tiba berdiri dan berjalan dengan tenang menuju halaman rumah

rajo ageh adalah ayah malin yang terkenal dengan sebutan pendekar tak bertangan oleh orang orang di minangkabau. kemampuan silatnya yang hebat membuat tangannya tak terlihat jika sedang bertarung karena kecepatannya dalam bergerak belum ada yang menandingi. ditambah lagi dengan cerita cerita yang mengerikan sewaktu dia muda saat merantau. banyak pendekar yang sudah dikalahkannya di tanah rantau.

istrinya sifatimah anak kepala kampung setempat wajahnya sungguh cantik orang orang sangat mengenal dia karena kebaikan hatinnya yang tak pernah bosan mangajari anak anak tentang banyak hal.

rajo ageh adalah gelar yang di beri oleh pemimpin suku malayu untuk ayah malin. adat di minang yang harus di panggil gelar saat sudah dewasa membuat dia di panggil rajo sampai saat ini.

saat itu tahun 1593 saat pengaruh hidu budha masih melekat di tanah minang. setiap pemuda harus bisa bersilat
kemampuan dalam bersilat dan membela diri akan menentukan dia akan tetap hidup atau mati di usia muda.

beberapa menit kemudian setelah rajo ageh keluar menuju halaman terlihat dari kejauhan seperti dua mata kucil yang bersinar menuju arah rajo ageh. rajo ageh terlihat mempersiapkan kuda kuda seperti orang mau berkelahi. sedangkan malin dipegangi kakaknya kerena meronta ingin keluar dan melihat ayahnya

malam itu benar benar terlihat aneh dimata malin ayah yang biasanya bersehabat malam itu benar benar terlihat orang lain
kejadian itu terjadi pada malam hari menjelang menjelang pergantian hari. 11 januari menjelang pergantuan hari menuju ulang tahun malin.

tiba tiba suara raungan raja hutan memecahkan kebingungan ternyata mata yang manyala adalah mata siraja hutan yang biasa di panggil inyiak oleh pendidik setempat.
malin ketakutan ibunya menangis. datuak alam susun terlihat tenang tenang saja mungkin karena dia sudah tahu apa yang akan terjadi tapi dia lupa kejadian yang terjadi di masa dia bukan lah kejadian yang sama dimasa lalu.

perkelahian terjadi antara inyiak dan rajo ageh. binatang buas yang tidak ada rasa kasihan harus di hadapi oleh rajo ageh malam itu
sebenarnya ini bukan pertama kali terjadi. setiap seseorang yang punya anak laki laki di kampung itu dan anaknya sudah mulai dewasa orang tuanya harus memilih berkelahi dan mengalah kan harimau yang akan menjadi guru silat anaknya atau menyerahkan anaknya dengan suka rela agar bisa di latih oleh harimau tersebut.

jika harimau kalah maka yang akan jadi guru silat anak adalah ayahnya itu sendiri atau orang yang bisa mengalahkan harimau itu atas nama anak itu. tapi jika anaknya kalah maka anak laki lakinya harus di serahkan kepada harimau tersebut dan di bawa ke hutan belantara untuk di latih dan setelah di anggap bisa di lepaskan akan di kembalikan kepada orang tuanya asalkan anak itu bisa bertahan hidup. namun dari ratusan anak yang di bawa harimau bisa di hitung jari yang pulang kekampung halamannya kembali.

datuak alam susun kebetuan pada saat dia dewasa ada guru silat dari negeri lain yang mau dengannya dan bersedia mengalahkan harimau yang menjeputnya...

kali ini berbeda yang menjemput malin bukanlah harimau biasa, tubuh harimau itu bukan ukuran harimau biasanya paling tidak tiga kali lebih besar. yang di kenal masyarakat sekitar harimau yang bisa menjeput adalah harimau belang yang biasa tinggal di hutan sumatera, tapi malam ini malin dijemput oleh harimau bewarna hitam pekat berukuran tiga kali lebih besar dari harimau biasanya.
keyakinan penduduk setempat setiap satu harimau memiliki satu murid dari manusia jika pada saat dia menjeput murid yang dia pilih dan di halangi maka pekelahian akan menentukan siapa yang pantas untuk memiliki anak tersebut.

rajo ageh trus bertahan dan menangkis dari serangan harimau hitam... tampa disadari banyak mata yang memperhatikan mereka. para pendekar kampung banyak yang bersembunya di atas pohon pohon besar untuk melihat pertarungan mereka berdua.

" kau cukup tangguh untuk ukuran manusia rajo agoe" tiba tiba harimau hitam berbicara dan mengagetkan semua orang
"tapi anak itu harus kami bawa dan kami latih"

"hahaha anak itu hak ku... dan tak ada yang harus memisahkan antara anak dan ayah malam ini... tradisi biar lah tradisi.. jika kau bisa mengalahkan ku silahkan saja... tidak hanya aku yang akan mebunuh mu jika kau tetap memaksa..." kata rajo ageh tetap percaya diri

rajo ageh mengeluarkan kerambiknya.. senjata berbentuk sabit tapi kecil yang bisa di gunakan oleh keluarga kerajaan pagaruyuang... dengan kelar pendekar tak bertanggan ditambah dengan senjata yang terkenal buas membuat harimau sedikit berkerut dan mengau sekeras kerasnya....  

perkelahian berlanjut lagi, harimau meloncat dan mulai mencakar dengan ganas... sedangkan rajo terus bertahan dan sesekali menyerang dengan kerambiknya... 

sudah dua jam mereka berkelahi rajo mendapat cakaran di bagian wajahnya tapi harimau melai kelihatan tak bertenaga karena banyak kehilangan darah dari luka luka dari sayaran kerambik rajo ageh.

" rajo anak itu harus tetap aku bawa dan tak ada pilihan.... jika tidak dia tidak akan mampu kau kendalikan....." harimau berkata sambil menahan rasa sakit 

tiba tiba seekor harimau kuning melompat dari semak semak rimbun yang ada di sekitar rumah...  " kau masih saja pakai hati mu hitam" harimau kuning itu bicara pada harimau hitam yang terlihat tunduk karena kasakitan

sambil menatap ke arah rajo ageh harimau kuning itu seperti menantang dan marah..
"kau di kenal sebagai pendekar kemampuan mu membuat anak mu tak merasakan yang seharusnya di rasakan keturunan dari tuan ku datuak putiah... kau benar benar bersamangat rajo ageh...."  kemudian harimau itu semakin mendekat trus berjalan kearah pintu rumah entah kenapa rajo ageh tak bisa bergerak dan penuh rasa takut untuk tarung denganh harimau berwarna kuning ini.

" kali ini kami tidak bisa tinggal diam... datuak putiah dulu pernah mengatakan saat dia mau meninggal karena melindungi malin dari penjahat yang membunuh anak perempuan mu.. malin adalah anak yang sudah mempunyai jiwa harimau dari kecilnya tapi dia hatus  bisa mengendalikan dan harus bisa mengalahkan banyak harimau... tanah ini kami huni sudah ratusan tahun.. dulu aku adalah manusia bahkan seorang pendekar.. guruku mengatakan kalau aku sudah punya jiwa harimau didalam diri ku.. tapi jika aku tak bisa mengendalikannya suatu hari aku akan menjadi harimau yang sebenarnya, dan kau tahu rajo dalam jiwa anak mu tak hanya seekor harimau bahkan aku bisa mencium hawa raja dari dalam tubuhnya..." kata harimau kuning sambil tetap berjalan

nanti kita lanjutkan ya......


Monday, 17 February 2014

cerita lama


ada cerita tentang sebuah kisah yang seharusnya sudah terlupakan saat semua mengawali kegagalan aku sudah bilang kadang setan bisa bertubuh malaikat untuk menjatuhkan aku di rayu godaan yang tak pernah tersadari diri aku anggap dia malaikat penolong ternyata hidup ku di potong potong apa arti jika semua yang kita lakukan harus hancur karena orang lain siapa dia?? kamu ya kamu yang di sana lari dari semua yang kau buat kau yang disana lari ibarat pengecut yang tak bernyawa aku yang sudah lelah kau sakiti sekarang kau pergi tapi tenang saja bukan rahmat nama ku jika langsung hancur begitu saja jika hanya karena itu aku hancur mungkin dari dulu aku sudah hanur ooiii kau tahu aku ini kuat aku ini tak akan di kalahkan hanya dengan masalah itu saja hahah yang jelas saat ini aku ingin bahagia dengan hidup baru tapi ingin cari kerja baru

Wednesday, 1 January 2014

hari ini aku menulis tetang ibu

aku sentuh dada ku ambil kaca dan ku pandangi wajah dan tubuh ini sudah 21 satu kiranya aku nanti 12 januari dulu ku duduk dan berdiri di tanah sumatera di tanah adat yang kuat dan indahnya bersama keluarga sekarang aku di tanah borneo yang penuh dengan juang aku merasa letih terkadang tapi tampa ku sadari aku berdiri dan terduduk tetap saja aku dipeluk oleh doa doa mu ibu terdiam lama dan tak ingin berbicara tentang apa saja kemarin itu yang ku lakukan sekarang ku paksakan sekarang aku harus bicara tapi tidak untuk yang lain hanya untuk satu orang saja hanya untuk ibu hanya untuk dia yang tak pernah bosan berpuasa ketika mendengar keberhasilan hanya untuk dia yang tak bosan bersujut malam ketika mendegar kabar tak menyegarkan sekarang ku teteskan air mata tapi engkau meneteskan tak terhingga ibu aku anak mu di tanah orang yang sedang merindu aku anak mu di tanah orang yang sedang menangis untuk mu aku ingin engkau disini ibu di tempat ku tapi apalah daya engkau akan tetap disana ibu aku saya pada mu tunggu sebentar ya aku akan kesana pulang membuat bangga diri mu yang sudah berharap besar pada ku tunggu sebentar kado wisuda nanti hanya untuk mu

Friday, 18 October 2013

My sister extraordinary

kekuarangan kakak ku sselama ini mengotrol emosi kalau lagi marah namun kepintarannya menutupi hal itu dari pagi sampek siang ku buka semua tulisann ya di poskannya di blog aslliii... benar benar bikin kangen pulang dan bertemu ingin berkarya bersama dan bermimpi bersama ada beberapa hal yang masih ingin ku ucapkan kepada kakak ku yang sampek sekarang masih belum bisa ku ungkapkan pada kakak ku sendiri "kau memegang kaki kanan ku saya ku sayang" nah itu lah yang ingin ku ucapkan kawan kwan ada beberapa kali kami mangalami pertengkarang hebat berdua sampai samapai saya ingin laari dari rumah hahah karena kalau kakak dah marah rumah itu ibarat neraka paling dalam semua dibuat tak tenang saya yakin dulu atau sekarang itu masih sama karena bagi kakak hal yang tidak tidak baik dan dia tidak suka itu harus secepatnya di buang haha.... itu seh pikiran ku tetang kakak tapi sekali lagi pemarahannya di tutupi dengan kepintaran otaknya yang luarbiasa kawan dia jangan di maen maen kan karena dia wanita yang menghentikan pemakaian kumanyan saat berdoa dikampungku om nya mama dilawan kalau memang dia benar kalau dia salah dia hanya bisa menangis hhahaha aku paling senang lihat dia menangis tapi sampek sekarang belum penah kulihat dia menangis nah dia bahkan lebih kuat dari laki laki kalau menurut saya seh tapi ada satu sifat yang menakutkan dari dia orang yang paling tak bisa di gangu kalau sibuk wajahnya langsung berubah jadi wajah ibu tiri hahahhaha banyak cerita tentang kakak ku dia wanita yang luarbiasa suatu kali akanku kenalkan kalaian dengan dia kalian akan rasakan sorot mata kejam kalau dia tak suka kalian hahahha

Sunday, 6 October 2013

SILAT PARA PENJAGA

sebuah kampung di pedalaman sumatera barat yang di huni oleh suku minangkabau  banyak cerita dan hikayat bahkan legenda tentang kemajuan peradapan masa depan agar meransang keingin tahuan anak di ciptakan sendiri oleh orang tua disana untuk anak yang akan tumbuh jadi pemimpin yang tangguh dan tak kalah oleh zaman dan norma masyarkat.

Tapi tetap hukum adalah hukum norma adalah norma tak boleh di langgar atau di cela kalau ingin tetap bertahan dan dipandang sebagai sesama. “ada basandi syarak, syarak basandi kitabullah” adalah hukum sakral  yang jika dilanggar tak hanya jadi musuh orang  lain bahkan orang tua dan keluarga akan membenci dan mengusir sendiri

Satitiak bak ayia
Sadanciang bak basi
Adalah sumber kekuatan yang tak boleh di tinggalkan generasi kampung
Gontong royong dan seling menolong benar benar jadi budaya itulah minangkabau tempat lahirnya tokoh bangsa dan tempat terbentuknya kepribadian memimpin beberapa tokok bangsa Indonesia. Untuk menjadi yang terbaik seperti jadi perintah alam dan menjadi yang terkuat seperti diharuskan keramaian.

Aku rahmat kusasi orang yang sangat senang mendengarkan kisah kisah luar biasa dari orang orang tua yang ada di kampung ku itu minangkabau tempat lahirnya para perkasa pemikir yang luar biasa Sepulang dari sekolah SD biasanya aku bertugas mengambil air dari sumur untuk di masak oleh saudara perempuan ku dan setelah itu mencari rumput untuk sapi satu satunya milik keluarga ku. Setelah semua selesai aku akan datang kerumah kakek suami dari saudari nenek ku tercinta.

Beliau sudah tua sekali namun untuk bercerita dia seperti benar benar menjadi kerakter dari cerita yang dia sampaikan pada ku. Sore setelah aku mencari rumput untuk sapi aku duduk berdua dengan kakek di halaman rumah dengan dua kursi yang saling berhadapan. Seperti biasa dia mengawal pertamuan kami dengan nasehat bahwa anak muda harus tangguh dan tak boleh mudah kalah.

Batuah itu nama beliau yang ku tahu. Orang orang bilang beliau bekas TNI di masa perebutan kemerdekaan Indonesia dulunya, aku percaya kerena bekas bekas tubuk kekar dan padangan tajam yang tak terkalahkan benar benar terlihat dimata tua yang beliau miliki sekarang.

Dia mulai bercerita.  Tapi kali ini caritanya adalah tetang sebuah suku yang menganggap mereka sebagai keturunan harimau yang di juluki raja hutan di sumatera. Dengan sebuah tarikan nafas yang panjang dari kakek makan mulailah sebuah perjalanan kita untuk melihat masalalu seorang gagah berani dulu kala.

“ kau tahu mat dulu di sebuah kampung yang jauh sekali disana jauh sekali, ada kampung yang sangat menakutkan. di tengah tengah kampung mereka ada patung harimau bersar dan sangat kuat seperti siap menerkam orang orang yang berniat mengacau kesana. Saat itu aku masih berumur 12 tahun karena kekurangan makan di rumah aku mencoba beburu di hutan untuk menangkap kijang atau rusa. Tapi karena terlalu senang Manahan jebakan untuk buruan ku, aku lupa kalau hari sudah sudah sore dan mulai gelap, takut kemalaman aku langsung pulang tampa memikirkan perangkap ku bisa menangkap rusa atau kijang lagi. Entah sudah berapa sungai yang kulewati tadi waktu berburu aku sudah lupa sedangkan aku terus berjalan sambil mengingat itu. Lama kelamaan aku sudah mulai melihat cahaya lentera di sebuah kampung aku kira aku sudah sampai disini di tanah yang kau injak sekarang mat. Ternyata aku salah, aku sudah terlalu jauh masuk hutan aku sudah terlalu dekat dengan kampung yang selalu di takuti orang orang di kampung, bahkan kau tahu mat orang orang di kampung kita sebenarnya belum pernah bisa menemukan kampung yang mereka takuti karena tak berani mencari. Kau bayangkan itu mat begitu mengerikan kampung itu.

Aku mulai terpukau dan tertarik untuk melanjutkan mendengarkan cerita kakek

Sedangkan kakek mulai termenung dan membayangkan masa lalu yang sangat luar biasa
Carita pun berlanjut
Saat aku mulai takut dan membayangkan cerita dari orang  tua tuaku dulu. Aku semakin tak berani untuk meneruskan langkah ku yang mulai bergetar entah kenapa. Kau tahu mat aku benar benar tak bisa bicara jangankan bicara gemetar sedikit saja aku tak berani, benar benar kaku mat benar benar kaku
Kakek terlihat memandang ke langit mungkin dia sedang membayangkan apa yang dia lalui waktu itu
Mat kau tahu apa yang terjadi mat saat aku membalikkan badan inyiak ternyata sudah berada tepat di depan mata ku mat. Yang ku pikirkan waktu itu adalah kematian dan kenapa harus semuda ini. Setelah berbalik ku lihat inyiah mulai mendekat dan mengaung sekarasnya bahkan seperti akan membuat gendang telingaku akan pecah dah mengeluarkan darah.  Ternyata benar telingaku berdarah dan terus mengalir tapi yang anehnya kenapa kenapa harimau besar itu tak menerkam aku juga mat. Mat tak sempat aku menjawab dengan otak ku sendiri aku sudah pingsan dan tak tahu lagi entah apa yang terjadi.
Pagi itu kau dapati aku sedang tertidur pulas dengan kepala sedikit pusing di sebuah kamar yang aku tak tahu entah dimana. Tapi bukan itu yang kau pikirkan, yang terpikir adalah apakah aku sudah mati dan ini adalah surga atau neraka karena tak mungkin kau akan membiarkan daging enak yang boleh kau makan terbuang begitu saja kan.

kakek sambil tersenyum dan melihat ku sedikit lebih dalam dari sebelumnya

aku keluar dan yang ku temukan adalah anak anak sebaya ku yang sedang belajar silat di halaman rumah tak lama kemudian ada gadis cantik mungkin seumuran dengan kakekmu ini saat itu mat membawakan sacangkir air putih dan ramuan obat obatan untuk mengembalikan kekuatan tubuh.
Tak lama kemudian muncul sesosok orang tua berbaju putih dan janggutnya sangat panjang mat ya mungkin sama panjang dengan janggut ku yang kau lihat sekarang hahahahha
Kakek tertawa dan terlihat menerawang  lagi kemasa lalunya
Dia mendekat kearah ku mat kau tahu apa yang ku lakukan kau juga sudah siap untuk berkelahi mat. Walau masih kecil waktu itu aku bukan lah tandingan orang dewa yang hanya bisa mengandalkan kekuatan saja
Karena eyang mu dulu bukan lah orang yang sembarangan dia adalah alim ulama dan sekaligus niniak mamak di tanah minang ini.


Nanti kita lanjutkan lagi ya ………
Meski belum bisa dapat intinya tapi sekarang saya lagi sibuk hehehe jadi nanti ya kita lanjutkan lagi